Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Mei 2010

Profil Calon Tuan Rumah Piala Dunia

Senin, 10 Mei 2010
gbkwembley285
Sebanyak 11 pelamar secara resmi telah mengajukan proposal pada FIFA untuk bisa menggelar Piala Dunia 2018 atau 2022.
Berikut data dan fakta seluruh negara tersebut.
INGGRIS
Berdiri: 1863
Tuan Rumah Piala Dunia: 1 (1966)
Juara Piala Dunia: 1 (1966)
Partisipasi di Piala Dunia: 12 (1950, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1982, 1986, 1990, 1998, 2002, 2006)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Piala Eropa (1996), Olimpiade (1908, 1948 dan 2012)
RUSIA
Berdiri: 1912
Tuan Rumah Piala Dunia: Belum Pernah
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi di Piala Dunia: 9 (1958, 1962, 1966, 1970, 1982, 1986, 1990, 1994, 2002) Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Olimpiade (1980)
SPANYOL & PORTUGAL
Berdiri: Spanyol 1913, Portugal 1914
Tuan Rumah Piala Dunia: 1 (Spanyol 1982)
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi di Piala Dunia: Spanyol 12 (1934, 1950, 1962, 1966, 1978, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006), Portugal 4 (1966, 1986, 2002, 2006)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Piala Eropa (Spanyol 1964) (Portugal 2004), Olimpiade (Spanyol 1992)
BELANDA & BELGIA
Berdiri: Belanda 1889, Belgia 1895
Tuan Rumah Piala Dunia: Belum Pernah
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi Piala Dunia: Belanda 8 (1934, 1938, 1974, 1978, 1990, 1994, 1998, 2006), Belgia 11 (1930, 1934, 1938, 1954, 1970, 1982, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Piala Eropa (Belgia 1972) (Belanda-Belgia 2000), Olimpiade (Belanda 1928).
AUSTRALIA
Berdiri: 1961
Tuan Rumah Piala Dunia: Belum Pernah
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi Piala Dunia: 2 (1974, 2006)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Olimpiade (2000)
JEPANG
Berdiri: 1921
Tuan Rumah Piala Dunia: 1 (2002, tuan rumah bersama Korea Selatan)
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi Piala Dunia: 3 (1998, 2002, 2006)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Olimpiade (1964), Asian Games (1958 dan 1994), Piala Asia (1992)
KOREA SELATAN
Berdiri: 1933
Tuan Rumah Piala Dunia: 1 (2002 tuan rumah bersama Jepang)
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi di Piala Dunia: 7 (1954, 1986, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Olimpiade (1988), Piala Asia (1960), Asian Games (1986, 2002)
QATAR
Berdiri: 1960
Tuan Rumah Piala Dunia: Belum Pernah
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi Piala Dunia: Belum Pernah
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Piala Asia (1988), Asian Games (2006)
AMERIKA SERIKAT
Berdiri: 1913
Tuan Rumah Piala Dunia: 1 (1994)
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi Piala Dunia: 8 (1930, 1934, 1950, 1990, 1994, 1998, 2002, 2006)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Olimpiade (1904, 1932, 1984, 1996), Gold Cup (1991, 1993-bersama Meksiko, 1996, 1998, 2000, 2002, 2003-bersama Meksiko, 2005, 2007)
MEKSIKO
Berdiri: 1927
Tuan Rumah Piala Dunia: 2 (1970, 1986)
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi di Piala Dunia: 13 (1930, 1950, 1954, 1958, 1962, 1966, 1970, 1978, 1986, 1994, 1998, 2002, 2006)
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Olimpiade (1968), Gold Cup (1977, 1993- bersama AS, 2003-bersama AS)
INDONESIA
Berdiri: 1930
Tuan Rumah Piala Dunia: Belum Pernah
Juara Piala Dunia: Belum Pernah
Partisipasi Piala Dunia: 1 (1938, atas nama Hindia Belanda).
Tuan Rumah Event Olahraga Internasional: Piala Asia (2007, tuan rumah bersama Malaysia, Vietnam, Thailand), Asian Games (1962)
AYO KITA DUKUNG INDONESIA MENJADI TUAN RUMAH PIALA DUNIA..!

Jumat, 12 Maret 2010

Sejarah Permainan Bola Voli


Permainan bola voli pertama kali muncul Pada tahun 1895 oleh William C. Morgan, seorang direktur YMCA di Holyke, Massachusetts, menemukan sebuah permainan bernama mintonette dalam usahanya memenuhi keinginan para pengusaha lokal yang menganggap permainan bola basket terlalu menghabiskan tenaga dan kurang menyenangkan. Permainan ini cepat menarik perhatian karena hanya membutuhkan sedikit ketrampilan dasar, mudah dikuasai dalam jangka waktu latihan yang singkat, dan dapat dilakukan oleh pemain dengan berbagai tingkat kebugaran.

Permainan aslinya dahulu menggunakan bola yang terbuat dari karet bagian dalam bola basket. Peraturan awalnya membebaskan berapa pun jumlah pemain dalam satu tim. Pada tahun 1896 nama permainan ini diubah oleh Alfred T. Halstead, yang setelah menyaksikan permainan ini, menganggap bahwa bola voli lebih sesuai menjadi nama permainan ini mengingat ciri permainan ini yang dimainkan dengan melambungkan bola sebelum bola tersebut menyentuh tanah (volleying).

Penghitungan angka

Aturan permainan dari bola voli adalah:

1. Jika pihak musuh bisa memasukkan bola ke dalam daerah kita maka kita kehilangan bola dan musuh mendapatkan nilai
2. Serve yang kita lakukan harus bisa melewati net dan masuk ke daerah musuh. Jika tidak, maka musuh pun akan mendapat nilai

Ukuran lapangan bola voli yang umum adalah berukuran 9 meter x 18 meter. Ukuran tinggi net putra 2.43 meter dan untuk net putri 2.24 meter. Garis batas penyerangan untuk pemain belakang, jarak 3 meter dari garis tengah ( sejajar dengan net ). Untuk ukuran garis tepi lapangan adalah 5 cm.

Kamis, 11 Maret 2010

Sejarah Permainan Bola Basket




Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith salah seorang guru pendidikan jasmani Young Mens Christian Association (YMCA) Springfield, Massachusets, Amerika Serikat pada tahun 1891. Gagasan yang mendorong terwujudnya cabang olahragabaru ini ialah adanya kenyataan bahwa waktu itu keanggotaan dan pengunjung sekolah tersebut kian hari kian merosot. Sebab utamanya adalah rasa bosan dari para anggota dalam mengikuti latihan olahraga Senam yang gerakannya kaku. Di samping itu kebutuhan yang dirasakan pada musim dingin untuk tetap melakukan olahraga yang menarik semakin mendesak.

Dr. Luther Gullick, pengawas kepala bagian olahraga pada sekolah tersebut menyadari adanya gejala yang kurang baik itu dan segera menghubungi Prof. Dr. James A. Naismith serta memberi tugas kepadanya untuk menyusun suatu kegiatan olahraga yang baru yang dapat dimainkan di ruang tertutup pada sore hari.

Dalam menyambut tugasnya itu Nasimith menyusun suatu gagasan yang sesuai dengan kebutuhan ruang tertutup yakni permainan yang tidak begitu keras, tidak ada unsur menendan, menjegal dan menarik serta tidak sukar dipelajari. Langkah pertama, diujinya gubahan dari permainan Footbal, Baseball, Lacrose dan Sepakbola. Tetapi tidak satupun yang cocok dengan tuntutannya. Sebab disamping sulit dipelajari, juga permainan tersebut masih terlalu keras untuk dimainkan di ruangan tertutup yang berlampu.

Dari hasil percobaan yang dilakukan itu Naismith akhrinya sampai pada kesimpulan bahwa permainan yang baru itu harus mempergunakan bola yang bentuknya bulat, tidak menjegal, dan harus menghilangkan gawang sebagai sasarannya. Untuk menjinakkan bola sebagai pengganti menendang dilakukan gerakan mengoper dengan tangan serta menggiring bola (dribbling) sebagai puncak kegairahan, gawang diganti dengan sasaran lain yang sempit dan terletak di atas para pemain, sehingga dengan obyek sasaran yang demikian pengutamaan tembakan tidak terletak pada kekuatan seperti yang terjadi pada waktu menendang, melainkan pada ketepatan menembak.

Semula Naismith akan menggunakan kotak kayu untuk sasaran tembakan tersebut, tetapi berhubung waktu percobaan dilakukan yang ada hanya keranjang (basket) buah persik yang kosong, maka akhirnya keranjang itulah dijadikan sasaran tembakan. Dari perkataan basket ini kemudian permainan baru yang ditemukan Prof. Dr. James A. Naismith tersebut dinamakan Basketball.


Perkembangan Bola Basket di Indonesia
Di tengah-tengah gejolak revolusi bangsa dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah direbut itu, permainan Bola Basket mulai dikenal oleh sebagian kecil rakyat Indonesia, khususnya yang berada di kota perjuangan dan pusat pemerintahan Rakyat Indonesia, Yogyakarta serta kota terdekat Solo. Nampaknya, ancaman pedang dan dentuman meriam penjajah tidak menjadi penghalang bagi bangsa Indonesia untuk melakukan kegiatan olahraga, termasuk permainan Bola Basket.

Bahkan dengan dilakukannya kegiatan-kegiatan olahraga tersebut semangat juang bangsa Indonesia untuk mempertahankan tanah airnya dari ancaman para penjajah yang menginginkan kembali berkuasa semakin membaja. Terbukti pada bulan September 1948, di kota Solo diselenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) Pertama yang mempertandingkan beberapa cabang olahraga, diantaranya Bola Basket. Dalam kegiatan tersebut ikut serta beberapa regu, antara lain : PORO Solo, PORI Yogyakarta dan Akademi Olahraga Sarangan.